Untuk kita renungkan !
Di Hari Pendidikan Nasional
1. Gonta-ganti Kurikulum
2. Biaya Oprasional Sekolah (BOS) yang menghitung jumlah siswa per sekolah tetapi biaya sekolah tetap mahal
3. Sistem online pen-data-an pokok pendidikan tak seindah sistem manual
4. Rekrutment Guru tidak jelas
5. Banyak pengabdi pendidikan yang dibayar murah (guru sukarelawan) yang tidak diperhatikan
6. Kreatifitas siswa dibelenggu , percuma menciptakan ini itu
7. Dinas pendididikan di daerah hanya ribut rebutan Jabatan
8. Buku -buku siswa harus beli mahal
9. Tunjangan fungsional (sertifikasi) slalu terlambat
10. Program Mentri hanya slogan ferbalis.
Rg. Bagus Warsono
Di Hari Pendidikan Nasional
1. Gonta-ganti Kurikulum
2. Biaya Oprasional Sekolah (BOS) yang menghitung jumlah siswa per sekolah tetapi biaya sekolah tetap mahal
3. Sistem online pen-data-an pokok pendidikan tak seindah sistem manual
4. Rekrutment Guru tidak jelas
5. Banyak pengabdi pendidikan yang dibayar murah (guru sukarelawan) yang tidak diperhatikan
6. Kreatifitas siswa dibelenggu , percuma menciptakan ini itu
7. Dinas pendididikan di daerah hanya ribut rebutan Jabatan
8. Buku -buku siswa harus beli mahal
9. Tunjangan fungsional (sertifikasi) slalu terlambat
10. Program Mentri hanya slogan ferbalis.
Rg. Bagus Warsono

Sekitar ratusan hektar sawah di desa Pekandangajn, Dukuh, Plumbon dan Telukagung kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu yang ditanami padi yang kini berusia 2-3 bulan terancam fuso dikarenakan kekeringan yang berkepanjangan. Petani telah mngusahakan dengan pompanisasi air dari sungai cimanuk namun karena sawah telah retak-dalam di pesawahan itu maka pompanisasi yang dilakukan oleh panitia di tiap desa itu tak sanggup mengairi sawah di desanya. Menurut Junaedi, warga petani desa Dukuh, mengatakan bahwatelah dilakukan pompanisasi air dari sungai cimanuk, namun parit pun ikut kering dan mengalami retak-dalam pada dasar parit sehingga air habis diperjalanan menuju ke sawah. Keadaan ini perlu dievaluasi prakiraan tanam padi 'sadon' (tanam kedua pada tahun ini) agar pada tahun depan tidak terjadi musibah ini dengan mempercepat masa tenggang (kekosongan tanam). Untuk menanggulangi tanaman padi yang tengah hamil buah perlu dimusyawarahkan jalan keluarnya dengan cara cepat, misalnya dengan membuat sumur pompa,namun tentu saja akan mengeluarkan biaya dan makan waktu. Para petani di daerah itu akhirnya hanya pasrah saja sambil menatap tanaman padinya yang hampir mati kekeringan. (Suluh New, 15-9-2014).jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)