TEKS SULUH NEWS


Sabtu, 02 Mei 2015

Untuk kita renungkan ! Di Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2015

Untuk kita renungkan !
Di Hari Pendidikan Nasional
1. Gonta-ganti Kurikulum
2. Biaya Oprasional Sekolah (BOS) yang menghitung jumlah siswa per sekolah tetapi biaya sekolah tetap mahal
3. Sistem online pen-data-an pokok pendidikan tak seindah sistem manual
4. Rekrutment Guru tidak jelas
5. Banyak pengabdi pendidikan yang dibayar murah (guru sukarelawan) yang tidak diperhatikan
6. Kreatifitas siswa dibelenggu , percuma menciptakan ini itu
7. Dinas pendididikan di daerah hanya ribut rebutan Jabatan
8. Buku -buku siswa harus beli mahal
9. Tunjangan fungsional (sertifikasi) slalu terlambat
10. Program Mentri hanya slogan ferbalis.
Rg. Bagus Warsono

Puisi -puisi Si Bung

1

Si Bung Crying
Let's open your history books
with a ruler and pen
suppress word
Duhai kesuma
should learn to spell
Wherever was your age adults
Smiling Si Bung
view
the nation's children
Betanyalah! Why
I choose sunglasses
so I do not see
so you do not see
There
Si Bung open glasses
tears petrified in a handkerchief
Red and white
Why can not my sleep soundly
Duhai kesuma
Cover me with your white red.
Indramayu, March 21, 2001, Rg. Nice Warsono

2

I'm Watching
Images struggle
Of the book you wrote
From the photos that you collect
And
fi
lm which you rotate
Only sekuku
ireng
suffering
I see thousands of heads in tears
I saw blood clot in frozen corpses
I watched the wrenching pain suffered
Misery
Hungry
Fright
Pain
I witnessed.
Rg Good Warsono, 1996

3

Do not Visit Nisanku
You pray for me, but you
nisanku stone littering with cigarette ash
moisten with buffalo dung
and stomp with your feet peaceful bumiku
unclean.
While swiftlet in respecting the South Coast
and forest monkeys away felt she did not belong
bumiku peace
Though I do not forbid
Sementra beggars, the homeless, and farmers
send prayers sincerely
without prayers engineered
That only depraved officials shut us
Do you visit nisanku
If you do not want to see
Because I actually
Already not there
When people like you come in my place.
Rg Good Warson, 1993

Pengantar Antologi Si Bung

Dear readers, there is no other word except my thanks for the appreciation readers willing to read the poems in the anthology which was named Si Dude. An inspiration of our inspiration Dr. H Akhmad Sukarno, a great leader of the Revolution, proclaimed Republic of Indonesia and also a true artist. From her profile inspire poems we collect in ten years. Special treat for the readers, to be enjoyed as art. Greetings Rg. nice Warsono

Poetry Anthology author Lumbung Indonesian writers say Thanks to:

Poetry Anthology author Lumbung Indonesian writers say
Thanks to:
Mr. Sosiawan Leak, guest faculty lecturer of literature at several universities in Central Java, Drs. Wardjito Soeharso, Widyaswara on Prop Training Agency. Java, Mrs. Dyah Setyawati, People female poet Indonseia in Tegal, Mr. Ali Throne (Ali Syamsudin Arsi, MPd.) Banjarbaru education activists in Central Kalimantan, Mr. Hasan Bisri BSC, character studio poet and literary leaders in Bogor West Java, Mr. Budhi Setiawan, MPd , , Education activists and leaders of the literary studio in Bekasi, Mr. Sofyan RH Zaid, education activist and poet leaders in Jakarta, Drs, Thomas Haryanto Soekiran, education activists and leaders studio Literature, Dance and Theatre in Purworejo in Central Java and Nurochman Soedibyo Mr. YS, Spd , (Ki Tapa Kelana) artists in Tegal, and the whole family HMGM in the country, on the publication of letters Indonesia Lumbung Poetry Volume III 2015

Kamis, 18 September 2014

ratusan hektar sawah di desa Pekandangajn, Dukuh, Plumbon dan Telukagung kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu yang ditanami padi yang kini berusia 2-3 bulan terancam fuso dikarenakan kekeringan yang berkepanjangan


Sekitar ratusan hektar sawah di desa Pekandangajn, Dukuh, Plumbon dan Telukagung kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu yang ditanami padi yang kini berusia 2-3 bulan terancam fuso dikarenakan kekeringan yang berkepanjangan. Petani telah mngusahakan dengan pompanisasi air dari sungai cimanuk namun karena sawah telah retak-dalam di pesawahan itu maka pompanisasi yang dilakukan oleh panitia di tiap desa itu tak sanggup mengairi sawah di desanya. Menurut Junaedi, warga petani desa Dukuh, mengatakan bahwatelah dilakukan pompanisasi air dari sungai cimanuk, namun parit pun ikut kering dan mengalami retak-dalam pada dasar parit sehingga air habis diperjalanan menuju ke sawah. Keadaan ini perlu dievaluasi prakiraan tanam padi 'sadon' (tanam kedua pada tahun ini) agar pada tahun depan tidak terjadi musibah ini dengan mempercepat masa tenggang (kekosongan tanam). Untuk menanggulangi tanaman padi yang tengah hamil buah perlu dimusyawarahkan jalan keluarnya dengan cara cepat, misalnya dengan membuat sumur pompa,namun tentu saja akan mengeluarkan biaya dan makan waktu. Para petani di daerah itu akhirnya hanya pasrah saja sambil menatap tanaman padinya yang hampir mati kekeringan. (Suluh New, 15-9-2014)